Dianggap Menjadi Penganggu, Ini Kata Walikota Bontang Soal Beras Basah

shares

kotabontang.net - Kekhwatiran Badak LNG terhadap pulau Beras Basah menjelang proyek pembangunan kilang rupanya mendapat tanggapan dari Walikota Bontang Adi Darma. Saat ditemui klikbontang.com di rumah jabatannya Sabtu (14/3) Walikota mengaku tak bisa semudah itu untuk melarang masyarakat Bontang untuk berkunjung ke Beras Basah.

“Biar bagaimana pun Beras Basah adalah ikon Bontang. Jadi ya tidak bisa juga kalau keberadaan pulau Beras Basah lalu melarang masyarakat Bontang berlibur ke sana,” kata Adi.

Walikota mengaku, masih banyak solusi yang bisa dilakukan terkait kekhawatiran Badak LNG dengan keberadaan pulau Beras Basah. Misalnya mengatur waktu kunjungan wisatawan.

“Pelan-pelan kita akan carikan solusi bersama. Apakah nanti akan diatur jam berkunjung atau bagaimana. Saya yakin lah, pembangunan kilang akan tetap berjalan tanpa harus melarang wisatawan berlibur ke Beras Basah. Kan aneh juga, masa semua dilarang. Ya Pantai Marina, masa sekarang Beras Basah lagi dilarang,” tandasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Vice President Production, Badak LNG, Deded Hendra mengatakan, pulau Beras Basah yang saat ini sebagai objek pariwisata dianggap bisa menjadi kerikil pembangunan kilang. Karena, perairan yang ada di Beras Basah dianggap sebagai salah satu jalur vital pelayaran dalam mengangkut gas di Bontang.

“Kalau jalur itu tidak aman tentu kapal pengangkut gas itu enggan masuk. Itu artinya, kita tidak menghasilkan devisa,” papar Deded.
Selain itu, di Beras Basah terdapat alat navigasi yang menjadi titik koordinat pelayaran internasional yang menjadi titik koordinat. “Yang PTB mempunyai keamanan alur seusai dengan jalur standar ISSCO internasional. Intinya lahan yang ada di PTB adalah lahan negara apapun itu tetap berurusan dengan negara pastinya," pungkasnya. (jm77/klikbontang.com)

Related Posts